Meiyu tersentak kaget ketika sadar tubuhnya sedang berada di pelukan Leena, dan rumah makan tempat mereka tadi berada telah lenyap dari pandangan. Angin dingin menyapu wajahnya, dan salju perlahan turun menyelimuti jalan setapak yang sunyi.

"A-apa yang terjadi? Bagaimana kita bisa sejauh ini?" Meiyu memandang sekitar dengan napas memburu.

Leena melepaskan pelukannya dan menurunkan Meiyu dengan hati-hati. Ia tersenyum kecil. "Maaf, aku harus menggendongmu. Aku tidak tahan ingin menghajar orang tadi jika masih berlama-lama disana. Aku tidak ingin menyebabkan keributan besar. Lebih baik kita menjauh dulu."

Meiyu masih tertegun, tapi mengangguk mengerti. Leena kemudian menatapnya dengan penuh kesungguhan. "Sekarang, tolong antar kami ke tempat penerimaan murid Sekte Pedang Es. Kami tidak punya banyak waktu."

Meiyu menatap Leena dengan ragu. "Tetapi..." setelah terdiam sesaat dia akhirnya mengambil keputusan. "Baiklah, Ikuti aku."

Lynx dan Leena segera mengikuti Meiyu dengan berjalan perlahan menyesuaikan dengan langkahnya. Sepanjang perjalanan, Lynx dan Leena bertanya tentang banyak hal mengenai sekte Pedang Es.

Beberapa saat kemudian, mereka tiba di kaki gunung, tempat sebuah kuil megah berdiri tertutup kabut tipis. Di depan kuil itu sudah berkumpul banyak calon murid, dan beberapa murid senior Sekte Pedang Es tampak berjaga.

Namun sebelum mereka sempat mendekat, Meiyu terkejut melihat Zhou Feng sudah berdiri di dekat guru dan teman-teman seperguruannya, wajahnya serius.

"Guru, itu mereka." Zhou Feng menunjuk ke arah Lynx dan Leena."Mereka berdua sangat mencurigakan, terutama wanita itu. Aku yakin dIa menyembunyikan kekuatannya, karena itu aku tidak mampu menangkapnya saat di desa Hanling. Aku merasa mereka kemungkinan mata-mata dari sekte lain yang ingin mengacau upacara perekrutan murid baru kita," lapor Zhou Feng dengan nada tajam.

Sang guru, seorang pria tua dengan janggut perak dan sorot mata tajam, mengangguk perlahan. "Kita lihat, apa maunya mereka dengan datang ke tempat ini. Aku tidak akan melepaskan mereka jika berani membuat masalah di sini."

"Guru, izinkan aku mengujinya. Aku ingin tahu mengenai kemampuan gadis itu." kata salah satu murid senior lainnya yang berada di samping mereka.

Sang Guru yang mencoba memeriksa kultivasi Lynx dan Leena mengkerutkan wajah. Dia sangat percaya dengan kekuatannya di Grandmaster Bumi, namun saat memeriksa kekuatan Leena, dia tidak mampu membaca kekuatannya. Energi spiritualnya ibarat memeriksa jurang tidak berdasar, membuatnya merasa penasaran juga.

Mendengar muridnya ingin menguji kekuatannya, Guru tersebut menganggukkan kepala,"Hati-hati, jangan sampai melukai terlalu parah. Kita harus menjaga nama baik sekte kita."

Zhou Feng bersama rekan seperguruannya bersemangat merasa ada kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, selain itu dari kejauhan mereka sudah melihat kecantikan yang di miliki Leena sehingga mereka ingin unjuk kekuatan.

Begitu Lynx, Leena, dan Meiyu memasuki area kuil, Zhou Feng segera menunjuk ke arah mereka. "Kurung mereka!"

Serentak para murid Sekte Pedang Es membentuk formasi segitiga es, mengelilingi Lynx dan Leena dengan kecepatan tinggi.

Namun sebelum formasi menutup penuh, Leena melompat ke sisi berbeda dan berseru, "Lynx, jaga Meiyu. Aku akan menyelesaikan ini."

Beberapa murid langsung melesat ke arah Leena, termasuk Zhou Feng yang memimpin dari depan. Mereka mengabaikan Lynx dan gadis disampingnya yang terlihat lemah. Formasi "Frozen Lotus Array" mulai terbentuk, menciptakan medan es yang membatasi ruang gerak.

"Berhenti, apa mau kalian? Kenapa menyerang kami?" Kata Leena dengan nada tegas.

"Xiao Ling, bagaimana ini? Zhao Feng pasti sudah menghasut sekte Pedang Es untuk melawan kalian. Ini semua salahku, seharusnya aku tidak melibatkan kalian." kata Meiyu dengan cemas. Ini sebabnya dia sempat ragu mengajak Ling Mei dan Xiao Ling ke tempat penerimaan murid, karena mereka sudah menyinggung salah satu murid senior sekte pedang es.

Lynx hanya tersenyum dan berkata,"Tenang saja Meiyu. Leena bisa mengatasi mereka dengan mudah. Selain itu tanpa memperlihatkan kekuatan, akan sulit untuk meminta bantuan mereka."

Meiyu menatap Lynx dengan ekspresi wajah bingung, namun tidak berapa lama dia menatap Ling Mei yang sedang di kepung.

"Kamu pasti ingin mengacau di tempat ini."kata Zhao Feng sambil bergerak mengikuti irama formasi."Semuanya berhati-hatilah, wanita ini sangat kuat. Kita harus tunjukkan kemampuan kita."

"Tangkap dia!" sebuah suara dari pemimpin kelompok memberi perintah. Dengan cepat mereka semua bergerak secara bersamaan untuk melumpuhkan lawan mereka.

Melihat serangan tersebut, sebagai seseorang di ranah Immortal, Leena berdiri tenang dengan tangan kanannya bersinar merah lembut. Dalam sekejap, ia mengaktifkan jurus ilusi api yang diajarkan oleh Yan Ruyan, menciptakan gelombang panas samar. Leena sengaja menggunakan jurus ini agar tidak dikenali berasal dari Sekte Api Langit namun tentunya hanya mengerahkan energi spiritual secukupnya.

"Blazing Petal Dance."

Tubuh Leena berputar anggun, meninggalkan bayangan merah menyala yang menembus formasi musuh. Satu per satu murid terhempas mundur, baju mereka hangus di beberapa bagian.

Zhou Feng mencengkeram gagang pedangnya dengan kedua tangan, napasnya membeku di udara. Saat dia mengayunkan pedang itu ke depan, energi dingin meledak dari tubuhnya, menyelimuti bilah pedang dengan es transparan yang tajam seperti kaca surgawi.

"Frost Blade Strike!"

Begitu kata itu diteriakkan, pedang esnya memanjang seketika, membentuk sabetan energi berbentuk bulan sabit berwarna biru keperakan yang melesat dengan kecepatan luar biasa. Udara di sekitarnya langsung membeku, dan butiran salju yang melayang pun diam di tempat.

Energi serangan itu memotong udara seperti pisau yang membelah cermin. Tanah yang dilewati retak, ditumbuhi lapisan es, dan suhu seketika turun drastis. Jika terkena langsung, tubuh lawan akan mengalami pembekuan sebagian, memperlambat pergerakan dan membuat jurus lanjutan dari formasi lebih mudah masuk.

Namun Leena menangkis dengan telapak tangan kosong, lalu menghantamkan tinjunya ke dada Zhou Feng hingga dia terpental dan jatuh berguling.

Guru mereka menyipitkan mata, sorotnya mengagumi kekuatan Leena. "Wanita muda yang luar biasa... dia mampu menghancurkan formasi Frozen Lotus Array dan Frost Blade Strike dengan mudah tanpa terlihat lelah sedikitpun. Wanita ini memang mencurigakan..."

Leena melangkah maju mendekati Para murid sudah tak sanggup bangkit.

Leena tersenyum dan memandang para murid,"Aku tidak ingin melukai kalian, tapi kalian sendiri yang menyerangku. Bisakah kita hentikan kesalahpahaman ini?"

Namun tiba-tiba Leena merasakan energi pedang mengarah kepadanya dari arah langit.

Sang guru akhirnya turun tangan. Ia menghunus pedangnya dengan gerakan cepat dan menyerang Leena dengan teknik tinggi.

"Snowstorm Burial!"

Tornado es muncul dari langit, menerjang ke arah Leena. Wanita itu mengangkat satu tangan.

Dengan dialiri qi spiritual, dia membentuk dinding melingkar, menahan dan membakar badai es hingga mencair sebelum menyentuh tubuhnya.

"Berhenti!" seru Leena. "Kami tidak berniat buruk. Ini semua kesalahpahaman."

Namun Zhou Feng yang berdiri dengan tubuh lunglai memekik penuh dendam. Dia masih belum bisa menerima wanita yang disukainya ternyata sudah menikah, bahkan dengan pria lemah yang suka berlindung di belakang wanita. Panita macam apa dia. "Jangan dengarkan dia, Guru! Lihat kekuatannya! Teknik jurusnya berlawanan dengan sekte kita. Mereka pasti mata-mata."

Sang guru yang melihat sendiri tekniknya di gagalkan menggunakan teknik berelemen api, kembali menyerang. Dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi ke arah langit, lalu memutarnya perlahan, membentuk lingkaran cahaya es yang membeku di udara. Suasana tiba-tiba menjadi hening. Angin berhenti bertiup. Bulan sabit beku muncul secara ilusi di langit, memantulkan cahaya biru dingin yang menebarkan aura membekukan jiwa.

"Frozen Moon Slash!"

Saat kata itu menggema, bilah pedang berubah menjadi setengah lingkaran es murni, melayang di udara, lalu dilepaskan dalam bentuk sabit bulan raksasa yang berputar seperti bumerang. Slash ini bergerak dengan lambat namun tak terhindarkan, meninggalkan jejak lengkungan beku di udara yang membelah apapun yang dilalui, membekukan bukan hanya tubuh, tapi juga energi spiritual di jalurnya.

Melihat guru sekte Pedang Es masih tetap menyerangnya, Leena merasa kesal, "Kalian guru dan murid memang sama-sama keras kepala. Menyerang seseorang tanpa mencari tahu terlebih dahulu."

